Ditulis Razak Jr. pada pukul 10:25 PM
Dan petualanganku di kotanya om Napolen pun berlanjut... setelah 4 hari disibukkan dengan meeting dengan mitra dari konsorsium SEA-EU-NET, akhirnya ada waktu untuk jalan-jalan lagi. kali ini jalan ke Lafayette, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Paris, terkenal karena mahalnya kaleee... hehehehe... bayangin aja, jepitan rambut yang plastik aja harganya 30 euro, buset dah... di KRL ekonomi Serpong-Tanah Abang aja sepuluh ribu dapet tiga. so pasti di sini ga belanja dong, cuman numpang cuci mata doang....
dari Lafayette, jalan dikit ke Place de L'Opera dan lanjut naik Metro ke stasiun Chatelet Les Halles, disini lumayan rame karena menjadi tempat transit lebih dari 10 jalur Metro. nah di sini tuh ada mall bawah tanah gitu deh, harga barang-barangnya pun masih lumayan murahlah dibanding lafayette... so disini dibela-belain belanja deh buat bini... dari mall ini naek Metro lagi ke arah stasiun Charles de Gaulle Etoile, nah di atas sini ada Monumen Arc de Triomphe, pasti dah pada tau kan monumen yang juga salah satu landmark di Paris ini? Arc de Triomphe yang ini termasuk unik lo, karena ada dua belas avenue (jalan) yang bertemu di Monumen ini, kalo penasaran liat aja di google earth deh. Monumen ini selesai dibangun tahun 1835, yang ngebuat arsitek namanye Jean-Francois-Thérèse Chalgrin, tapi karena doi meninggal dunia sebelum nih monumen kelar jadinya dilanjut ama Jean-Armand Raymond. desain dari monumen ini terinspirasi dari Arch of Constantine di Roma, Italia, tapi ukuran yang di paris ini dua kali lebih gede dari yang di Roma.
Monumen ini terletak di ujung Avenue Des Champs Élysées, jalan yang kata orang sini sih, paling rame, karena emang trotoar di dua sisi jalannya lebih lebar dari jalannya sendiri. so rame dengan pejalan kaki, di sisi kanan kiri jalan pun penuh dengan pertokoan dengan brand yang sudah ga asing lagi, mulai dari mont blanc, Nike, Louis Vuitton, Peugeot, Renault, Toyota, Adidas, Apple, Disney, Yves Saint Lauren, Dior, Mont Blanc dan puluhan outlet dari brand terkenal lainnya, saya pun menyusuri Avenue Des Champs Élysées ini dari sisi kiri menuju Place de La Concorde, sambil berharap besok masih ada waktu untuk menyusuri sisi jalan yang satunya lagi... tentu saja untuk cuci mata, bukan untuk belanja...!!
jujur aja, saya malas untuk belanja suvenir di Paris, karena ternyata sebagian besar suvenir yang berbau Paris dibuat di China alias Made in China, yah sama aja boong deh kalo gitu, mending ke Beijing aja belanja suvenir, hehehehe, secara di Paris ini harga suvenirnya ikutan mahal, gantungan kunci aja ampe 3 euro... buset dah.... jadinya saya cuman belanja lukisan dinding aja, tentu saja yang asli buatan Paris.
Hari terakhir di Paris, tentu saja dimanfaatin sebaik-baiknya untuk jalan-jalan, tujuan awal ke Musée du Louvre (Museum Louvre) yang letaknya di dalam Jardin Des Tuileries, di dalam nih museum banyak karya-karya maestro, termasuk di dalamnya lukisan Monalisa karya om Leonardo da Vinci. nih museum mulai dibangun sejak tahun 1546, namun baru pada tahun 1793 dibuka untuk publik umum. Sekarang jadi lebih terkenal lagi, karena untuk masuk ke museum, bisa lewat piramid dari kaca yang dibuat Mr. I.M.Pei, doi nih arsitek Amrik yang lahir di China, bangunan piramida kaca ini yang selesia dibuat tahun 1989 termasuk salah satu karya arsitektur abad 20 yang terkemuka.
Setelah dari Museum Louvre, sebenarnya pengen lanjut ke cathedral of Notre Dame, tapi setelah saya pikir-pikir, mending waktu yang tersisa saya gunakan untuk berkunjung ke Mosquee de Paris yang terletak di Rue Daubenton. nih masjid yang terbesar dan tertua di Paris. di sisi kiri depannya ada restoran muslim, jadi mampir dulu deh makan siang... nyam-nyam-nyam... pas makan siang kelar, azan pun berkumandang menandakan waktu Sholat Ashar telah tiba. fiuhhh, bahagia rasanya bisa menikmati Sholat berjamaah di negerinya Napolen Bonaparte. Sensasinya luar biasa... susah digambarin pake kata-kata deh... sekedar catatan, jumlah orang yang solat berjamaah ashar di masjid ini lumayan banyak lo, jauh lebih banyak dibandingkan pengalaman saya sholat Magrib di masjid Niujie Beijing, dan yang dateng sholat tuh bukan cuman penduduk keturunan Arab, tapi banyak pula wajah-wajah asli Eropa yang hadir berjamaah, hmmm, dengar-dengar emang sih banyak orang Eropa yang masuk Islam belakangan ini, Perancis bahkan menjadi negara di Eropa yang penduduk muslimnya paling besar. Subhanallah..!!! oh ya di pekarangan masjid banyak turis lo, tampak pula beberapa guide tour yang sibuk menjelaskan tentang masjid ini kepada turis yang berkunjung, hmm mudah-mudahan para turis itu dapat hidayah setelah berkunjung ke masjid ini, amin...
Dari masjid ini, saya kembali ke Avenue Des Champs Élysées, kali ini niatnya menyusuri pertokoan yang ada di sisi kanan jalan, saya lebih tertarik untuk mampir ke showroom automotif, ngeliat mobil konsep dari Peugeot dan Renault... mantap meeeeennn... kapan ya bisa punya nih mobil? hehehehe, saat ini masih harus puas ama Twin Cam 87, hihihihihi... oh ya di jalan ini pula saya sempat berfoto di depan tiga mobil limosin dari Jenis Hummer, Range Rover dan Porche Chayenne, giiilaa.. nih mobil panjang-panjang bangettttt...
dari Avenue Des Champs Élysées pengennya ngabisin jalan sampe ke Concorde, niatnya emang pengen naek kincir raksasa yang ada di situ, tapi kaki udah pegalnya minta ampun, so belok kanan ke Stasiun Metro Fraklin D. Roosevelt untuk selanjutnya kembali ke hotel. Di perjalan tak lupa mengontak petugas KBRI untuk menjemput lebih awal, tak sabar rasanya ingin cepat-cepat tiba di Bandara Charles de Gaulle. Hmm kangen sama Thia dan Syauqi sudah tak tertahankan... Jakartaaaa... i'm on the way back home...!!!!
Saya ke Paris dalam rangka menghadiri General Assembly dan Conference SEA-EU-NET, yang jadi panitia tahun ini CNRS Paris, insya Allah tahun depan saya yang akan jadi panitia dan rencananya akan diadakan di Jakarta atau di Bogor. Selama di sini, alhamdulillah dapat banyak kenalan baru, baek itu dari negara Eropa maupun dari Asia Tenggara, saya jadi merasa sangat kerdil di sini, karena berada di antara para ilmuwan dan peneliti yang hebat-hebat, bergelar doktor sampe professor. Hmm, bahkan ada juga beberapa peserta lain yang manggil saya doktor Munawir... hehehehehe, doktor dari hongkong, master aja belum... hihihihi... tapi itu tentu saja jadi motivasi untuk melanjutkan sekolah... apalagi kepala ini rasanya mau pecah ngurus kerjaan kantor... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhhhhh, saya pengen kuliah lagi. beberapa malam yang lalu, saya mimpi dapat beasiswa ke luar negeri, mudah-mudahan jadi kenyataan... amin...
Sekedar berbagi buat kalian yang ada niat ke Paris, kalo ke sini pas musim dingin, jangan lupa bawa jaket yang tebel ya plus sarung tangan, pelembab juga perlu biar wajah ga kering. kalo perlu sih ngisi pulsa yang banyak yaaa... masalahnya dari Paris, kalo kirim sms ke tanah air pake nomor Indonesia, mahal euy... 4000 per SMS, kalo nerima telpon kena roaming 10 ribuan per menit. tapi bisa juga sih beli SIM card sini, sepertinya lebih murah gitu deh. trus sebelum kembali ke tanah air, duit recehnya dihabisin, karena setau saya money changer di Indonesia mana ada yang mau nerima recehan.. hehehehe, mending dikasih aja ke Pengemis atau Pengamen di sini deh, jangan salah ya, di Paris banyak juga lo pengemis dan pengamen...!!!
eh udah dulu ya, pesawat Air France yang akan kutumpangi ke Singapura sudah standby tuh, entar lagi boarding... sampe ketemu di Jakarte yeee....